Bola Kayu

Kau tahu kasih? apa hebatnya sebuah puisi?
ia bukan sekadar kata dan tumpukan aksara, lebih daripada itu, puisi adalah kelemahan ,adalah kekuatan yang kutemukan di setiap apa yang engkau ketahui, puisi adalah nyali yang membangkitkan keberanian, puisi adalah kegelisahan akan datangnya ketakutan. Puisi adalah kesadaran, bahwa segala ketidakmungkinan masih mempunyai harapan.Puisi adalah kekayaan yang terselip dalam kemelaratan, puisi adalah mata air dalam hutan, cahaya dalam malam, jendela dalam ruang, suara dalam kesunyian, keramaian dalam kesepian, dan teman dalam kesendirian.

250b7ecaee30dff41c948c297f61cdb4

Puisi itu hidup dan bernyawa, kasih.
Ia dapat membawamu dari ujung rimba menuju menara kota, mengajakmu berkelana sepanjang sungai dan membuka matamu seluas samudra.
Puisi itu ruh yang melayangkan jiwamu terbang melintasi angkasa raya, Puisi adalah kata, yang mendekatkanmu kepada kesempurnaan yang satu, Puisi adalah janji yang sempurna kepercayaan, putaran melodi, lagu merdu dan lantunan keyakinan yang berulang-ulang.

b53981c865b609fc4448623923c5a05a.jpg

Bukalah kelopak mata dan hati agar engkau benar benar dapat memahami artinya, meresapi maknanya.

Oh Gusti ! Sungguh ruginya aku!
aku melihat manusia membangun dunia yang sia-sia,
a a aku melihat manusia memakan bangkai dan meminum darah saudaranya, menukar harga dirinya dengan harta, manusia bersuara nista, berpakaian kemewahan, mengajarkan kebodohannya, menebarkan kebencian, bahkan dengan bangga memperlihatkan kemaluannya. Sungguh dunia ini hanya bola kayu dan besi, yang lapuk dan berkarat.

bolakayu

Puisi adalah jalan, kasih
jalan pulang menuju rumah suci
Puisi adalah iman, yang mengajak bukan menggertak
Puisi adalah toleransi yang tenggang rasa
Puisi adalah manusia yang memanusiakan manusia.

Kelak engkau akan mengerti,kasih.
Airmata itu lebih berharga kau simpan,jadikan airmata itu cinderamata teristimewa, teruntuk Tuhan dan kehidupan.

Malang, 28 April ’18

Iklan

Kemarau Disuatu Danau

IMG_1717

melalui bahunya diam diam mengalir
sungai kenangan yang lama terbendung
airmata adalah kehidupan dan pula kematian
sampan enggan berlayar menepi
karena telaga masih tenang
ia belum ingin segera pulang

gemuruh dalam hati
gelombang rindu yang terus menerus menekan kesadaran
luput darinya sebuah pernyataan
bahwa masa lalu adalah bayangan
tak mungkin terkejar
sekalipun malam berganti fajar

Malang, 02-2018

Angin Malam Datangnya Siang

aw
Aneh,kujawab tanyamu ketika kau melongok jendela awan hitam menguasai kota
mengarak awan lainnya, menutup sinar yang seharusnya tepat pukul 7 pagi datangnya
darah masih mengalir dari bilik vena, dan katup pembuluh diantara dua tubuh yang berselimut cinta, seperti mimpi saja, kini manusia boleh membeli cinta
membawanya pulang sejenak untuk dinikmati, menyesap asap-asapnya dan menghabiskan wanginya.
Sebuah malam dipilih sebagai ruang untuk berbagi kenikmatan, tapi tak ada yang pernah menyadari bahwasanya cinta yang ia beli sejatinya adalah angin, malam ini ia begitu hangat dan mententramkan jiwa.
Sebuah malam menjadi saksi bahwasanya cintanya bukanlah cinta yang utuh, tak terikat. Selepas sekuntum bunga melepas kelopaknya satu demi satu, tercecer harum kesana kemari, perlahan ia sadar bahwa tangkai itu berduri.
Esok hari seonggok bunga hitam menjadi bangkai, tak lebih indah dari lebah yang patah sayapnya.
Awan hitam mulai pergi, menyisakan air mata diatas tanah yang masih merah.
Datanglah angin dari barat ke timur, dari negeri melarat ke negeri yang makmur.
Diatas awan putih berjajar sepasang pengantin mengucap ikrar,kupu-kupu bahagia di taman bunga, dan seorang pendeta berkata
” Beruntunglah engkau permaisuri, hidup bersama cinta dan kasih. Cinta tak tentu warnanya kadang putih, kadang hitam, kadang abu-abu. Sedangkan kasih akan selalu putih, sebab ia terlahir dari rahim yang suci, ia tidak buta dan ia abadi”
Ingatlah bahwasanya cahaya tak pernah marah ketika malam datang berkunjung, ketika awan hitam dan airmata hendak bernaung.
Mengingat adalah pintu
Cahaya ialah rahmat dan akhir adalah mata yang tiba-tiba ingin istirahat.
Istirahat Panjang.

Malang, 31-01-2018

Puisi Sufi

Puisi Sufi.
Oleh: @ulumsoy

Demi buah zaitun dan buah tin
Di kebun suci Al-Maqamul Amin
Demi sepasang tanah
Yang melepas rindunya di Jabal Rahmah
Kasihlah.
Pada Jiwa,
yang mencintaiMu dari dada
Sayanglah.
Pada Jiwa,
yang mencariMu disetiap Qiyamullail mengucap tasbih Asmaul Husna
Kasih dan Sayanglah.
Pada Jiwa, yang bersuci dari debu hati, berpuasa dari dosa.
Jauhkanlah Ya Hafidz
dari goda dan tipu daya dunia, “Sungguh kami aniaya diri kami”
Rahmati, Gusti
perjalanan kami, menuju Nasuha Azali

Wa Huwa ala Kulli Syai’in Qadir
Sungguh Engkau Dalang tanpa penghalang, pemilik naskah penulis takdir.
Mlg, Sep’17

Tadabur Mega

Tadabur Mega.
(Sebuah Prosa oleh: ulumsoy)

Diriku tegang ketika air menaburkan pasang, “De De De Dmm!” Prolog Symphony 5th Beethoven membawaku keatas panggung, Sejuta buih berkumpul sebagai penonton, aku dirasa oleh mereka Wolfgang Amadeus Mozart,komandan opera Don Giovanni. Tak kusadari,sambil mengayunkan tongkat Willow yang kucuri dari Ron Weasley tubuhku menari terbawa suasana .Suara camar merdu bersiul tembang kenangan Soendari Sukotjo.
Tiba tiba gemuruh menggelegar keras sekali, seperti saat Miljenko Matijevic berteriak “Lady, oh, lady” pada oktaf maksimalnya. Aku melihat sorot lentera di antara kabut, bergerak kearahku . Apakah itu sesuatu yang mengerikan? aku mati penasaran. Aku teringat kisah kapal Flying Dutchman yang dikutuk berlayar sampai kiamat. Segera aku picingkan mata, kuputar lensa dan diafragma. Melebihi kecepatan Lensa Carl Zeiss 50mm milik NASA.
Beruntung itu bukan Flying Dutchman atau lebih ngeri lagi monster legenda jepang yang konon tingginya melebihi WTC dan mampu menyemburkan sinar laser.
Bayangan itu ternyata sebuah kapal kecil, terdapat orang tua diatas kapal tersebut sedang menjala ikan, “mungkin dia Santiago” batinku.
Aku berdoa orang tua itu segera mendapat ikan dan cepat pulang, jangan sampai dia mendapat julukan pecundang gara gara gagal menangkap ikan seperti Santiago, tokoh paling sabar ciptaan Ernest Hemingway.

Benar kata Rendra, lautan adalah Rahasia. Saksi Bahtera Nuh berlayar,bertemunya Musa dan Khidir,juga kisah Yunus diperut paus. Laut melahirkan dewata, sebut saja Dewa Ruci,Poseidon, sampai Ratu Kidul. Laut yang mempertemukan dan memisah. Columbus dan Amerika atau Cornelis dan tanah Jawa.

Aku janggal kepada mega yang tiba-tiba hilang, Senja yang diidam idamkan perempuan muncul. Sudah seharusnya begini. Maksudku, keindahan muncul sesudah keburukan. Pelangi setelah hujan, Terang setelah mendung. Semua adalah proses, Al-‘Usri Yusro. Hidup hanya perjalanan, perputaran. Cakra Manggilingan, kadang diatas kadang dibawah. Yang kita butuhkan hanya kesabaran untuk tetap teguh, pandanglah kemegahan cita-cita yang setia menunggu didepan gerbang kesuksesan. .

Kita sama tahu tapi tak mau berucap

Cinta sebatas tatap, berpandangnya dua netra, sebening air berpagut dua bibir.

Garis di wajahmu yang mengajakku masuk, garis dirusukmu yang memaksaku merasuk. S , sedingin air di ruang beku. Dibawah nol kita diam. Dingin membisu, terpaku pada rindu. Jarak tak memisah kasih,melainkan sunyi. Ketika kita tak lagi bernyanyi,  menjaga kalimat masing-masing tanpa irama. Ketika kita hening suara,pada rahasia tak bermuara.

Dan esok adalah fajar, saat kuning berpijar semesta raya, tak ada kabut menjeda pandang perbukitan. 

Kita sama telanjang,diatas ranjang permadani terbentang. Dihamparan padang hijau kita terlentang. 

Kita saksi kemilau bintang menghilang. Kita saksi surya terbit tenggelam, kita saksi siang dan malam. Saksi rotasi kehidupan

Dan kita saksi langit hitam membiru, saksikan purnama turut luntur terbakar mentari. 

Biar angin menyapu, kita sama tak tersipu. Sebab kini tak ada lagi rasa malu.

-Ulumsoy, Agt ’17

Selamat Hari Pramuka ke-56!

Logo-56-th-Gerakan-Pramuka1-1024x768

“Bekerja untuk kaum muda, mewariskan yang terbaik bagi Indonesia”

Begitulah kira kira tema yang diusung dalam HUT Pramuka ke-56. Seperti diketahui, Indonesia merayakan hari pramuka setiap tanggal 14 Agustus.  Secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

Tujuan peringatan hari pramuka di Indonesia adalah menciptakan bangsa yang berkarakter dan bermartabat. Pramuka itu sendiri berasal dari kata Praja Muda Karana yang mempunyai arti sekumpulan anak-anak muda yang suka berkarya.

Selamat Hari Pramuka ke-56! Teruslah berkarya wahai anak muda, jangan bercinta saja! *hehehe , Salam Pramuka!

” Sebab jasad boleh saja tua tetapi jiwa akan awet muda” -ulumsoy